Puisi: Ketika Pulang (Karya Joko Pinurbo) Ketika Pulang Ketika pulang, yang kutemu di dalam rumah hanyalah ranjang bobrok, onggokan popok, bau ompol, jerit tangis berkepanjangan dan…
Puisi: Tentang Mata (Karya W.S. Rendra) Tentang Mata Aku merindukan mata bayi setelah aku dikhianati mata durjana. Aku merindukan mata hari karena aku dikerumuni mata gelap. Aku…
Puisi: Tatahan Pesan Bunda (Karya Sitor Situmorang) Tatahan Pesan Bunda Bila nanti ajalku tiba kubur abuku di tanah Toba di tanah danau perkasa terbujur di samping Bunda Bila ajalku nanti…
Puisi: Rasanya Baru Kemarin (Karya Mustofa Bisri) Rasanya Baru Kemarin Rasanya baru kemarin Bung Karno dan Bung Hatta atas nama kita menyiarkan dengan seksama kemerdekaan kita di hadapan dun…
Puisi: Jadi Apa Lagi (Karya Mustofa Bisri) Jadi Apa Lagi Jadi apa lagi yang bisa kita lakukan bila mata sengaja dipejamkan telinga sengaja ditulikan nurani mati ras…
Puisi: Syair Mata Bayi (Karya: W.S. Rendra) Syair Mata Bayi Aku merindukan mata bayi setelah aku dikhianati mata durjana. Aku merindukan matahari karena aku dikerumuni mata ge…
Puisi: Ibu di Atas Debu (Karya W.S. Rendra) Ibu di Atas Debu Perempuan tua yang termangu teronggok di tanah berdebu. Wajahnya bagai sepatu serdadu. Ibu! Ibu! Kenapa kamu …
Puisi: Politisi Itu Adalah (Karya W.S. Rendra) Politisi Itu Adalah Para politisi berpakaian rapi. Mereka turun dari mobil langsung tersenyum atau melambaikan tangan. Di muka kamera te…
Puisi: Tentang Pohon (Karya Sapardi Djoko Damono) Tentang Pohon (1) pohon, yang tak pernah ingin mengembara, yang setia membasuh butir demi butir udara, telah jatuh cinta kepada angin, yang rumahnya …
Puisi: Anne (Karya Cecep Syamsul Hari) Anne Anne, dengarkan pohon-pohon berbisik, "bukankah Listz sungguh cerdas dan pencemas?" Waldesrauschen dan kulitmu puc…
Puisi: Catatan Harian Seorang Penyair (Karya Toto ST Radik) Catatan Harian Seorang Penyair Di negeriku lelaki tak patut menitikkan air mata hanya perempuan boleh bersedih dan menangis Lelaki ada…