Puisi: Pesta Dansa (Karya Fitri Yani)

Puisi "Pesta Dansa" karya Fitri Yani bercerita tentang sebuah pertemuan yang menggetarkan hati, menghidupkan suasana, dan memberikan kenangan ...
Pesta Dansa

Dik, pertemuan kita ibarat pesta dansa
Penuh irama
Serupa anggur memabukkan
yang musykil dibuang setelah dituang
ke dalam gelas-gelas kesepian

Juli 2008

Sumber: Lampung Post (15 Februari 2009)

Analisis Puisi:

Puisi "Pesta Dansa" karya Fitri Yani mengangkat tema pertemuan dan cinta yang menggoda namun sementara. Pertemuan yang digambarkan dalam puisi ini diibaratkan seperti pesta dansa—penuh irama, mengasyikkan, tetapi juga sementara dan mungkin berakhir tanpa kepastian.

Makna Tersirat

Puisi ini menyiratkan bahwa ada pertemuan dalam hidup yang begitu memabukkan, memberikan kesan yang mendalam, namun sulit untuk dipertahankan. Seperti pesta dansa yang hanya berlangsung sesaat, perasaan yang hadir juga bisa cepat berlalu. Anggur dalam puisi melambangkan kenikmatan yang begitu menggoda, tetapi juga bisa membawa dampak yang tidak diinginkan, seperti rasa kehilangan atau kehampaan setelahnya.

Puisi ini bercerita tentang sebuah pertemuan yang menggetarkan hati, menghidupkan suasana, dan memberikan kenangan mendalam. Namun, di balik keindahan momen tersebut, tersirat perasaan bahwa semuanya mungkin tidak bertahan lama. Seperti anggur yang telah dituangkan ke dalam gelas, sulit untuk ditinggalkan tanpa diminum, menggambarkan keterikatan yang muncul setelah pertemuan itu terjadi.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa romantis, hangat, dan sedikit melankolis. Ada kegembiraan dalam pertemuan yang diibaratkan sebagai pesta dansa, tetapi juga ada bayangan ketidakpastian yang menyertainya.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Puisi ini mengandung pesan bahwa pertemuan yang indah sering kali membawa kenangan yang sulit dilepaskan. Namun, seperti dansa yang memiliki awal dan akhir, tidak semua kebersamaan bisa bertahan selamanya. Oleh karena itu, menikmati setiap momen adalah hal yang penting, meskipun kita tahu bahwa semuanya bisa berakhir kapan saja.

Imaji

  • Imaji visual: "Pesta dansa penuh irama" menggambarkan suasana meriah dan dinamis dalam sebuah pertemuan.
  • Imaji perasaan: "Serupa anggur memabukkan" menggambarkan perasaan yang begitu intens, menggoda, dan sulit diabaikan.
  • Imaji kesepian: "Gelas-gelas kesepian" memberikan gambaran tentang kekosongan atau perasaan hampa setelah sebuah momen berlalu.

Majas

  • Metafora: "Pertemuan kita ibarat pesta dansa" menggambarkan pertemuan yang penuh gairah dan menyenangkan, tetapi bersifat sementara.
  • Personifikasi: "Serupa anggur memabukkan" memberikan sifat manusiawi pada anggur, seolah-olah ia bisa memikat dan menghipnotis seseorang.
  • Hiperbola: "Yang musykil dibuang setelah dituang" menekankan betapa sulitnya melupakan pertemuan yang telah terjadi.
Puisi "Pesta Dansa" karya Fitri Yani adalah sebuah refleksi tentang pertemuan yang indah tetapi sementara. Dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna, puisi ini menggambarkan bagaimana momen tertentu dalam hidup dapat memberikan kesan yang begitu kuat, hingga sulit untuk dilupakan. Seperti pesta dansa yang meriah atau anggur yang memabukkan, ada perasaan yang ingin dinikmati, tetapi juga menyisakan jejak yang sulit dihapus.

Fitri Yani
Puisi: Pesta Dansa
Karya: Fitri Yani

Biodata Fitri Yani:
  • Fitri Yani lahir pada tanggal 28 Februari 1986 di Liwa, Lampung Barat, Indonesia.

Anda mungkin menyukai postingan ini

© 2025 Sepenuhnya. All rights reserved.