Analisis Puisi:
Puisi "Prinsip" karya Hasbi Burman menggambarkan pergulatan manusia dalam menghadapi kehidupan yang penuh pertarungan dan persaingan. Dengan simbolisme yang kuat, puisi ini mengangkat isu universal tentang konflik, ambisi, dan nilai-nilai moral.
Tema dan Makna
Puisi "Prinsip" menyoroti tema pertarungan dalam kehidupan. Penyair menggambarkan bagaimana setiap senja berlalu, selalu ada pertempuran yang harus dihadapi. Kata "piala" dalam konteks ini bisa diartikan sebagai simbol kemenangan atau sesuatu yang diperebutkan, baik dalam bentuk materi maupun status sosial.
Puisi ini juga merefleksikan pertarungan abadi antara kebaikan dan keburukan, seperti yang tergambar dalam kisah Habil dan Kabil. Kisah ini merupakan simbol dari pertikaian pertama dalam sejarah manusia yang dipicu oleh iri hati dan ambisi. Dengan demikian, puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan tentang makna persaingan yang sering kali berujung pada luka dan kehancuran.
Gaya Bahasa dan Simbolisme
Hasbi Burman menggunakan berbagai simbol untuk memperkuat makna puisi ini:
- "Setiap sehabis senja": Senja melambangkan akhir dari suatu fase atau babak kehidupan, yang diikuti oleh konflik baru.
- "Piala siap diperebutkan": Piala menjadi metafora bagi ambisi dan kemenangan yang diinginkan oleh banyak orang.
- "Habil dan Kabil di belahan benua": Simbol dari persaingan yang telah terjadi sejak awal peradaban manusia.
- "Selepas sebuah buah ranum": Buah ranum dapat dikaitkan dengan sesuatu yang menggoda atau memicu konflik, seperti dalam kisah Adam dan Hawa.
- "Bulan merayap-rayap di gurun": Bulan melambangkan pengawasan, penghakiman, atau refleksi terhadap apa yang telah terjadi.
Relevansi dengan Kehidupan Modern
Puisi ini tetap relevan dalam kehidupan modern, di mana persaingan dalam berbagai aspek—politik, ekonomi, bahkan dalam hubungan sosial—selalu terjadi. Hasbi Burman seakan ingin menunjukkan bahwa manusia secara naluriah selalu berusaha untuk mencapai sesuatu, terkadang dengan cara yang tidak etis. Hal ini mengingatkan kita untuk tetap memegang teguh prinsip dan nilai moral dalam menghadapi kehidupan.
Puisi "Prinsip" karya Hasbi Burman bukan hanya sekadar menggambarkan pertarungan fisik, tetapi juga pergulatan batin dan moral dalam kehidupan manusia. Dengan simbolisme yang kuat, puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan esensi dari ambisi, persaingan, dan konsekuensinya. Sebuah refleksi mendalam tentang bagaimana manusia berusaha meraih sesuatu dan harga yang harus dibayar untuk itu.
Puisi: Prinsip
Karya: Hasbi Burman
Biodata Hasbi Burman:
- Hasbi Burman (Presiden Rex) lahir pada tanggal 9 Agustus 1955 di Lhok Buya, Aceh Barat.