Puisi: Generasi Sekarang (Karya Asmara Hadi)

Puisi "Generasi Sekarang" karya Asmara Hadi memotivasi generasi muda Indonesia untuk berdiri teguh dalam mengejar impian mereka dan ...
Generasi Sekarang

Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa

Menciptakan kemegahan baru
Pantun keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia.

Analisis Puisi:

Puisi "Generasi Sekarang" karya Asmara Hadi adalah sebuah karya yang menceritakan tentang pandangan seorang individu yang berdiri di puncak gunung fantasi.

Gunung Fantasi Sebagai Metafora: Puisi ini dimulai dengan gambaran seorang individu yang berdiri di puncak gunung fantasi. Gunung fantasi di sini adalah sebuah metafora yang kuat, menggambarkan visi dan impian yang tinggi serta aspirasi dari "Generasi Sekarang." Ini mencerminkan semangat dan ambisi generasi saat itu dalam mencapai keberhasilan dan membangun masa depan yang lebih baik.

Pantun Keindahan Indonesia: Puisi ini mengacu pada "Pantun keindahan Indonesia," yang mungkin merujuk pada tradisi sastra dan budaya Indonesia. Hal ini menyoroti pentingnya warisan budaya dan keindahan alam Indonesia yang harus dilestarikan dan dihargai oleh generasi saat ini.

Kenang-kenangan untuk Zaman: Kata-kata "Yang jadi kenang-kenangan / Pada zaman dalam dunia" menunjukkan kesadaran akan pentingnya generasi sekarang dalam membentuk masa depan dan warisan yang akan diwariskan kepada generasi mendatang. Puisi ini memotivasi generasi saat ini untuk menciptakan sesuatu yang berarti dan berharga.

Semangat Generasi Muda: Puisi ini menciptakan semangat dan motivasi bagi generasi muda untuk berjuang demi impian dan visi mereka. Dengan merujuk pada "tempat berjuang," puisi ini mengingatkan pembaca akan tanggung jawab yang diemban oleh generasi saat ini untuk menciptakan perubahan positif dalam masyarakat dan negara.

Secara keseluruhan, puisi "Generasi Sekarang" adalah puisi yang memotivasi generasi muda Indonesia untuk berdiri teguh dalam mengejar impian mereka dan membangun masa depan yang cerah untuk negara mereka. Itu juga menggarisbawahi pentingnya melestarikan kekayaan budaya dan alam Indonesia.

Puisi: Generasi Sekarang
Puisi: Generasi Sekarang
Karya: Asmara Hadi

Biodata Asmara Hadi:
  • Asmara Hadi lahir di Talo, Bengkulu, pada tanggal 8 September 1914.
  • Asmara Hadi meninggal dunia di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 3 September 1976 (pada usia 61 tahun).

Anda mungkin menyukai postingan ini

  • Insiden di Markas Besar Sepanjang hari sepanjang malam berhari-hari berminggu bahkan berbulan bangunan bertingkat itu dijaga ketat. Apakah yang disimpan di sa…
  • Sang A tiba-tiba aku sadar dan segera berak di atas piring tiba-tiba mataku tersenyum dan kemaluanku melihat bahwa sang A sudah mulai B hampir saja dia M hampir…
  • Beranak Becak syahdan, di suatu kemarin yang akan datang di dekat sebuah tinju yang batu bapaku, babuku hamilku yang bengkak beranak becak kugenjot, kudorong, k…
  • Kau adalah Deritabagilah deritamuandai bisajuga kepadakuhanya tak yakinaku mampuseperti kausangat tangguhmemikul beban deritasejak kapanderita bersamamumenghuni rumahmumerasuki mim…
  • Takdirbatang lehermu dipancungdarah mengucur di tubuhkuJakarta, 23 Juni 2011Puisi: TakdirKarya: Aspar PaturusiBiodata Aspar Paturusi:Nama asli Aspar Paturusi adalah …
  • Tercium Belum sesampai di tungkai darahku rokok napasku mengepul dan detak mataku meretap panas, panas bau sorga, bau neraka bau tuhan, bau setan sesampai di ma…
© 2025 Sepenuhnya. All rights reserved.