Puisi: Rindu yang Kutanam (Karya Ulfatin Ch.)

Puisi "Rindu yang Kutanam" karya Ulfatin Ch. mengajak pembaca untuk merenungkan makna rindu yang tersembunyi dalam diri, serta untuk menghargai ....
Rindu yang Kutanam

Tak ada lagi prasasti itu di sini
di antara subuh yang kauketuk
dan kehadiranmu di pintu
tak ada surat bertuliskan alamat
tak ada
Rindu, biarkan kutanam dalam 
jangan kautanya pada buta mataku

2009

Analisis Puisi:

Puisi "Rindu yang Kutanam" karya Ulfatin Ch. adalah sebuah karya yang membangkitkan gambaran tentang kerinduan yang terpendam dan perpisahan yang tak terucapkan.

Kehilangan Prasasti dan Surat Alamat: Penyair menggambarkan ketiadaan prasasti dan surat bertuliskan alamat, menciptakan gambaran tentang kehilangan dan kekosongan. Ini bisa diartikan sebagai simbol dari hilangnya arah atau panduan dalam kehidupan, serta perasaan tersesat atau terpinggirkan.

Subuh yang Kauketuk: Gambaran tentang subuh yang kauketuk menciptakan atmosfer kehadiran yang menunggu. Ini mungkin mencerminkan perasaan harap-harap cemas atau ketidakpastian dalam menantikan sesuatu atau seseorang.

Rindu yang Ditanam: Penyair menyatakan bahwa rindu dibiarkan ditanam dalam, menunjukkan bahwa kerinduan itu terpendam atau disembunyikan. Ini menciptakan gambaran tentang perasaan yang tersembunyi atau tidak diungkapkan secara terbuka.

Pengabaian pada Buta Mata: Penutup puisi dengan permohonan agar rindu jangan ditanya pada buta mata menciptakan gambaran tentang keinginan untuk menyembunyikan atau menutupi perasaan yang dalam. Ini bisa diartikan sebagai simbol dari ketakutan atau keraguan dalam mengungkapkan perasaan kepada orang lain.

Puisi "Rindu yang Kutanam" karya Ulfatin Ch. adalah sebuah persembahan yang memikat tentang kerinduan yang terpendam dan perpisahan yang tak terucapkan. Dengan menggunakan bahasa yang sederhana namun kuat, penyair berhasil menggambarkan perasaan yang mendalam dan kompleks dalam menghadapi kehilangan dan ketidakpastian. Puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan makna rindu yang tersembunyi dalam diri, serta untuk menghargai kekuatan dan keberanian dalam menghadapi perasaan yang sulit atau kompleks.

Ulfatin Ch.
Puisi: Rindu yang Kutanam
Karya: Ulfatin Ch.

Biodata Ulfatin Ch.:
  • Ulfatin Ch. lahir pada tanggal 31 Oktober 1966 di Pati.

Anda mungkin menyukai postingan ini

  • BersamamuTanganmu lembut mengelus mataku di kamarkesunyian berdebu dan gambar-gambar onarKau: Cahaya melintas rahimbatinku menggigilmendekapmuKau mengajakku rindumengucapkan salam …
  • Hujan JanuariTak ada batas jemu, jika terus menatap kamubahkan angin pun tak mengajakku surutSeperti hujan januarikau mengguyurkan rinduPrasasti jingga, muara tak bermahkotaKe mana…
  • Jarak KitaHanya selembar sutra atau bahkan tanpabatas. Jarak kita begitu dekatnamun terasa jauh sekaliBarangkali aku yang dungu akan cintaMudan tak tahu diriHanya sebatas tangan ja…
  • Seberkas CahayaDi bawah rimbun daun-daun yang melambai   masih ada cahaya biru gaunmu, Ifdayang menancap di dadahingga perih terasaAdakah dosa. Jika tahun-tahun hitamkuta…
  • Perjalanan Pagi (1)(sehabis subuh)Sepanjang jalan dikrim bunga dari taman rahasiamewarnai semesta tanpa igauanTapi silsilah mengalir di tubuhmuyang kaubangun setiap malam purnamame…
  • Hari Keempat FebruariHari ini tak ada lagi sajakjuga rindu yang memisah jarakmengusung sunyi dalam sejarahlalu perkabungan demi perkabunganSetelah perang tak ada lagi harapanmenjad…
© 2025 Sepenuhnya. All rights reserved.