Puisi: Penulis di Tempatku (Karya T. Alias Taib)

Puisi | Penulis di Tempatku | Karya | T. Alias Taib |

Penulis di Tempatku



ada yang menulis lebih 40 tahun
tetapi karyanya tak tua-tua
seperti peribadi remajanya
seperti hatinya tak jemu-jemu bercinta
ada yang menulis sekitar 10 tahun
tetapi ciptaannya cepat ranum
dan buahnya selalu dikait orang.
ada yang berfalsafah di rimba tebal
tetapi falsafah itu sendiri menyesatkannya
bagai pemburu yang terperangkap di hutan.
ada yang menulis di lembah kecil
di kelilingi kata-kata sederhana
dan kata-kata itu mengangkat maknanya.
ada yang gila mengusung buku
ke hulu ke hilir mengisi jadual hariannya,
membaca tidak menulis jauh sekali.
ada yang kerjanya membeli buku,
itu saja kerja yang digemarinya
seperti kegemaran isterinya membeli
buku masakan penghias dapur.
ada yang memuncak nafsunya di kedai kopi
tetapi mati pucuk di majlis rasmi.
ada yang berkajang-kajang
membentang kertas kerja;
suaranya kadang-kadang meliar tanpa arah
bagai api mengunyah lalang kering.
ada yang diam-diam
menangkap suara itu;
menapis, menepis dan menyerahnya ke akal
bagai anak sungai mengenepikan sampah
menuju ke muka kuala


1993

Sumber: Petang Condong (1996)

T. Alias Taib
Puisi: Penulis di Tempatku
Karya: T. Alias Taib

Biodata T. Alias Taib:
  • T. Alias Taib lahir pada tanggal 20 Februari 1943 di Kuala Terengganu, Malaysia. Ia mulai menulis puisi dan cerpen pada tahun 1960.
  • T. Alias Taib meninggal dunia pada tanggal 17 Agustus 2004 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Anda mungkin menyukai postingan ini

  • Penulis di Tempatkuada yang menulis lebih 40 tahuntetapi karyanya tak tua-tuaseperti peribadi remajanyaseperti hatinya tak jemu-jemu bercintaada yang menulis sekitar 10 tahuntetapi…
  • Dua Orang Pengkritikdua orang pengkritikterjebak dalam perangkap polemikyang seorang berhujah dari dasar diriseorang lagi menyanggah dari luar diridua buah tanggapanterperangkap da…
  • Pandangan dari Sebuah Daratanlangit dan laut bersetubuhdi atas ranjang senjadan lahirlah sebuah kapallaut dan langit begitu beratmelepaskan kapal itudari pelukan merekadari tebing …
  • Rakbuku yang kutanam di kamar tuliskusehari demi sehari akarnya menjalarbuku yang kusiram di perpustakaankusehari demi sehari membesarsehari demi sehari aku mengecilaku yang berjal…
  • Padisemasa kecil dahulukau ditanam dengan padikini sesudah dewasatumbuh lalang dalam tulangmulembut angin kampungmerunduk dan memelayukanmudingin air telagamengalir ke dalam sopanm…
  • Kekosonganhanya pohon-pohon miringhanya daun-daun kuninghanya bunga-bunga keringhanya ranting-ranting garingmemenuhi tamanseindah iniseindah ini26-11-1974Sumber: Horison (Juli…
© 2025 Sepenuhnya. All rights reserved.