Ada Kalanya
Ada kalanya mempersiapkan pesta dengan pedang di pinggang, diam-diam menggenggam seikat bunga dari cawan air mata, irama derap kuda ma dari balik jubah kepedihan.
Setangkup roti dengan lapisan darah di tengah timbunan kata-kata, erangan dan jeritan mendekam bagai magma di balik dada. Taring serigala mengerling di antara bintang-bintang purba.
Indah nian ceceran liur tersembur dari jeruji penjara di atas awan, jelmaan sang dewi yang bertudung hinggap hingga atap hamba sahaya. Ombak yang terkapar sepanjang hidup berkalang tanah seperti sebuah mahkota berhiaskan bunga-bunga kamboja.
Waktu seperti gergasi yang menimbun racun yang manis dari cawan permata.
Ada kalanya nadi dari pembuluh darah membayang keranda di kerumunan kumbang-kumbang. Tumbuh menghambur sepanjang altar persembahan. Ikan-ikan emas dengan lidah berbisa menggeliat saat siuman di tengah pesta.