Puisi: Titik (Karya Mansur Samin)

Puisi "Titik" karya Mansur Samin menggambarkan perjalanan hidup dari awal sampai akhir, menggambarkan konsep titik sebagai awal dan akhir dari ...
Titik

Mencari titik
rebutlah satu lagu
Hidup

Mencari titik akhir
terimalah sebuah arti
Mati

Jakarta, 1965

Sumber: Horison (November, 1969)

Analisis Puisi:

Puisi "Titik" karya Mansur Samin adalah sebuah karya singkat yang menggambarkan perjalanan hidup dari awal sampai akhir, menggambarkan konsep titik sebagai awal dan akhir dari segala sesuatu.

Kesederhanaan dalam Kompleksitas: Walaupun puisi ini terdiri dari hanya beberapa kata, ia menciptakan kompleksitas yang dalam dalam makna yang terkandung. Dua baris yang sederhana menyiratkan filosofi hidup yang dalam, mengajukan pertanyaan tentang makna hidup dan kematian.

Mencari Arti Hidup: Bait pertama, "Mencari titik / rebutlah satu lagu / Hidup," mengeksplorasi tema pencarian arti hidup. "Titik" di sini mungkin merujuk pada tujuan atau makna dalam hidup. Puisi ini mengajak pembaca untuk terus mencari dan merebut satu lagu kehidupan yang bermakna.

Akhir yang Inevitable: Bait kedua, "Mencari titik akhir / terimalah sebuah arti / Mati," menyampaikan pesan tentang akhir kehidupan dan penerimaan akan arti dari segala sesuatu yang telah dijalani. "Titik akhir" mungkin merujuk pada kematian, dan puisi ini menunjukkan bahwa dalam akhirnya, kita harus menerima arti dari segala pengalaman hidup kita.

Dualitas dan Kontradiksi: Puisi ini juga menampilkan dualitas antara hidup dan mati, serta pencarian dan penerimaan. Meskipun kontras, kedua elemen ini saling terkait dan menyatu dalam pengalaman manusia.

Dengan menggunakan kata-kata yang sederhana namun kuat, Mansur Samin berhasil menggambarkan kompleksitas perjalanan hidup dan makna dari segala sesuatu yang kita alami. Puisi "Titik" adalah puisi yang mengundang pembaca untuk merenungkan arti hidup dan menerima takdir akhirnya dengan bijaksana.

Mansur Samin - Horison
Puisi: Titik
Karya: Mansur Samin

Biodata Mansur Samin:
  • Mansur Samin mempunyai nama lengkap Haji Mansur Samin Siregar;
  • Mansur Samin lahir di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara pada tanggal 29 April 1930;
  • Mansur Samin meninggal dunia di Jakarta, 31 Mei 2003;
  • Mansur Samin adalah anak keenam dari dua belas bersaudara dari pasangan Haji Muhammad Samin Siregar dan Hajjah Nurhayati Nasution;
  • Mansur Samin adalah salah satu Sastrawan Angkatan 66.

Anda mungkin menyukai postingan ini

  • Pernyataan Sebab terlalu lama meminta tangan terkulai bagai dikoyak sebab terlalu lama pasrah pada derita kesetiaan diinjak Demi amanat dan beban rakyat kami nyatakan ke…
  • Kami Kami tak sia-sia mempertahankan bumimu ini menyerahkan gerak jiwa masak oleh tenaga pandanglah jalan suram masa kalut yang dikeluhi setiap kata mencari nilai…
  • MuaraduaMaka atas titah Dewatatelah tercipta dua muaraletaknya nun di wilayah Angkolaantara Sitinjak, BatunaduaSebuah risalah di tengah pribumitetap terpelihara hingga kiniada raja…
  • Jenazah Mataku terkapar ke tengah pintu dekat mimbar, sorot lampu samping pilar dan aula yang tenang di tengah terbaring jenazah berpagar beranda bunga dan panji-panji Mah…
  • Penyair Pengagum kecintaan dunia pencari kedalaman manusia tapi kantuk dan lesu pengisi jalan hidupmu Pandangan makin jauh sambil lupa satu pegangan memainkan ini hidup…
  • GarisIni, matari terbit lagiSeperti apa yang kita saksikan kemarinakan kembali keribaan malamTerus lencarkan aksi perlawananmenggariskan pandangke itu cita-cita, masa datangBencana…
© 2025 Sepenuhnya. All rights reserved.