Puisi: Tiga Tahun Menanti (Karya Ajip Rosidi)

Puisi: Tiga Tahun Menanti Karya: Ajip Rosidi
Tiga Tahun Menanti


Setelah disuruh membaca, "Iqra..."
dan diyakinkan: "Kaulah pesuruh yang terpilih!"
Lalu sepi kembali.

Adakah dia terlupakan?
Adakah itu hanya ujian?
Ataukah peristiwa tempo hari
hanya semata mimpi?

Dalam gua sepi
Langit biru tinggi
Dalam hati sendiri
Langit tak bertepi

Udara lengang
Tak ada kendati bayang-bayang!

"Khadijah! Khadijah!
terlempar sudah
aku ke pojok bisu!"

"Tapi kau telah terpilih;
dari segala yang utama
kaulah yang istimewa!"

"Tidak lagi, tidak lagi.
Yang tinggal hanya mati
Yang 'kan memberi arti
pada hidup hampa ini."

"Rahasia yang paling besar
'kan terungkap dalam sabar."

Malam berganti hari
hampir seribu kali.

Hai orang yang berselimut, bangunlah!
Kepada tetangga, saudara, siarkanlah
Tuhan itu esa, Allah, sembahlah!

Kemarau yang kering
berakhir sudah.
Dan embun wahyu
sejak itu turun selalu. Tak jemu.


Osaka, 1982

Sumber: Nama dan Makna (1988)


Puisi Ajip Rosidi
Puisi: Tiga Tahun Menanti
Karya: Ajip Rosidi

Biodata Ajip Rosidi:
  • Ajip Rosidi lahir pada tanggal 31 Januari 1938 di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat.
  • Ajip Rosidi meninggal dunia pada tanggal 29 Juli 2020 (pada usia 82 tahun) di Magelang, Jawa Tengah.
  • Ajip Rosidi adalah salah satu Sastrawan Angkatan 66.

Anda mungkin menyukai postingan ini

© 2025 Sepenuhnya. All rights reserved.