Puisi: Vietnam (Karya Adi Sidharta)

Puisi "Vietnam" karya Adi Sidharta mengajak pembaca untuk merenungkan tentang pentingnya perdamaian dan persatuan di tengah-tengah konflik dan ...
Vietnam

Merpati yang kita terbangkan dimana-mana
kini menghias langit birumu
dan bersama itu merekah
segala bunga
segala lagu.

Merpati yang alit menyutera putih ini
kini membisukan meriam dan nafsu
dan detik ini bahagia
menyebar tenaga
di dada kita.

Hai, Vietnam, terimalah salam kami
merpati nusa nyiur dan melati
dan bersama kita melangkah
mendamaikan langit
mendamaikan dunia.


23 Juli 1954

Analisis Puisi:
Puisi "Vietnam" karya Adi Sidharta adalah sebuah karya yang menggambarkan perjalanan dari konflik dan kekerasan menuju perdamaian dan harapan di Vietnam. Melalui penggambaran yang indah dan metafora yang kuat, penulis mengajak pembaca untuk merenungkan tentang pentingnya perdamaian dan persatuan di tengah-tengah konflik dan kekerasan.

Simbolisme Merpati: Merpati dalam puisi ini merupakan simbol perdamaian, kesucian, dan harapan. Mereka yang dulunya terbang di mana-mana, kini menghiasi langit Vietnam dengan keindahan biru mereka. Perubahan ini mencerminkan perubahan dari kekerasan dan konflik menuju perdamaian dan harapan.

Transformasi dari Kekerasan menjadi Perdamaian: Puisi ini menggambarkan transformasi yang terjadi di Vietnam, di mana merpati yang dulunya membisukan meriam dan nafsu kini membawa kedamaian dan kebahagiaan. Ini mencerminkan perjalanan dari kekerasan dan konflik menuju perdamaian dan kebahagiaan, serta keinginan untuk meninggalkan masa lalu yang kelam dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

Pesan Persatuan dan Perdamaian: Penulis menyerukan salam kepada Vietnam, sementara merpati nusa nyiur dan melati juga hadir sebagai simbol persatuan dan perdamaian. Pesan ini mengajak untuk bersama-sama melangkah menuju perdamaian, mendamaikan langit dan dunia. Ini mencerminkan harapan untuk membangun masyarakat yang damai dan harmonis di Vietnam, serta di seluruh dunia.

Puitis dan Emosional: Puisi ini ditulis dengan bahasa yang puitis dan emosional, yang menggambarkan dengan indah transformasi dari kekerasan menuju perdamaian. Metafora dan gambaran yang digunakan oleh penulis menambah kedalaman dan kekuatan puisi ini, serta menyentuh perasaan pembaca.

Dengan demikian, puisi "Vietnam" karya Adi Sidharta adalah sebuah penggambaran yang indah dan mengharukan tentang perjalanan dari konflik menuju perdamaian di Vietnam. Puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan tentang kekuatan perdamaian, persatuan, dan harapan dalam mengatasi konflik dan kekerasan, serta pentingnya untuk selalu berusaha menuju perdamaian di tengah-tengah ketegangan dan pertentangan.

Puisi: Vietnam
Puisi: Vietnam
Karya: Adi Sidharta

Biodata Adi Sidharta:
  • Adi Sidharta (biasa disingkat A.S. Dharta) lahir pada tanggal 7 Maret 1924 di Cibeber, Cianjur, Jawa Barat.
  • Adi Sidharta meninggal dunia pada tanggal 7 Februari 2007 (pada usia 82 tahun) di Cibeber, Cianjur, Jawa Barat.
  • Adi Sidharta memiliki banyak nama pena, antara lain Kelana Asmara, Klara Akustia, Yogaswara, Barmaraputra, Rodji, dan masih banyak lagi.

Anda mungkin menyukai postingan ini

  • Bunga Gugur Bunga gugur di atas nyawa yang gugur gugurlah semua yang bersamanya Kekasihku. Bunga gugur di atas tempatmu terkubur gugurlah segala hal ikhwa…
  • 12 Novemberkepada Barmara"Kembang Beureum" dan Panji Merahberbulan-madu dalam hatimudalam suatu detik sejarahdalam fajar yang juga merah.Dengan lagu dan panji yang suci inigadis-ga…
  • Kematian (1)Lelaki bernyanyi sepenuh hati didorongnya beton ke puncak tinggi di hari sebelum lebaran di rumah anak menunggu baju baru tapi tali putus beton terguling lelak…
  • Satu Mei di Gunungkecil motor ini dicengkam gunungnganga jurang, tapi kutahupulang dan pergi ada yang menunggupestatugassuara gongjabat-salam biar tak kenal siapacuma ada satu suar…
  • Orang-Orang Lorong Dentang piano di hari basah sampai juga ke jendela tinggal bingkai di sana terpahat wajah kotor gadis yang pandangnya me…
  • Rukmandasebutkan segala penjaradan itu adalah akusebutkan segala badaikepahitan pembuangankerinduan pada kecapikesunyian malam sepikenangan pada Priangandan kelayuan dari menanti.a…
© 2025 Sepenuhnya. All rights reserved.