Analisis Puisi:
Puisi "Kapten Pierre Tendean" karya Sides Sudyarto D. S. menggambarkan penghormatan dan pengabdian terhadap seorang pahlawan Revolusi, Kapten Pierre Tendean.
Pahlawan Revolusi dan Pengorbanannya: Puisi dimulai dengan menyebut Kapten Pierre Tendean sebagai pahlawan Revolusi yang gugur dalam tugas pengabdiannya. Pemilihan kata "pahlawan Revolusi" menegaskan bahwa Kapten Pierre Tendean merupakan sosok yang terlibat aktif dalam perjuangan merebut kemerdekaan.
Gugurnya Dalam Tugas Mengabdi: Puisi menyoroti gugurnya Kapten Pierre Tendean sebagai perajurit sejati yang gugur dalam tugas mengabdi. Gugurnya beliau menunjukkan ketulusan dan keberanian dalam menjalankan tugas perajurit untuk melindungi dan memperjuangkan kemerdekaan bangsanya.
Pengabdian dan Ikhlas dalam Bakti: Puisi mencerminkan pengabdian dan keikhlasan Kapten Pierre Tendean terhadap negeri. Ia tidak hanya mempersembahkan tenaganya, tetapi juga jiwanya dengan penuh ketulusan bagi revolusi. Kata "ikhlas" menunjukkan bahwa pengabdian tersebut dilakukan tanpa pamrih dan dengan niat yang murni.
Selamat Jalan dan Doa Terakhir: Puisi diakhiri dengan doa perpisahan yang penuh penghormatan, "Selamat jalan, Kapten. Semoga amal juangmu serta amal hidupmu diterima di pangkuan Illahi." Doa ini mencerminkan rasa hormat dan harapan bahwa pengorbanan serta perjuangan Kapten Pierre Tendean diterima oleh Tuhan.
Puisi "Kapten Pierre Tendean" karya Sides Sudyarto D. S. adalah ungkapan rasa hormat dan penghormatan terhadap seorang pahlawan Revolusi yang gugur dalam tugasnya. Dengan kata-kata sederhana, puisi ini berhasil menyampaikan nilai-nilai pengabdian, keberanian, dan ketulusan yang menjadi ciri khas seorang perajurit sejati. Melalui doa terakhir, puisi ini menciptakan nuansa perasaan kehilangan dan harapan bahwa pengorbanan Kapten Pierre Tendean mendapat balasan di sisi Tuhan.
Puisi: Kapten Pierre Tendean
Karya: Sides Sudyarto D. S.
Biodata Sides Sudyarto D. S.:
- Sudiharto lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada tanggal 14 Juli 1942.
- Sudiharto meninggal dunia di Jakarta, pada tanggal 14 Oktober 2012.
- Sudiharto menggunakan nama pena Sides Sudyarto D. S. (Sides = Seniman Desa. huruf D = nama ibu, yaitu Djaiyah. huruf S = nama ayah, yaitu Soedarno).