Analisis Puisi:
Puisi "Tanggal Sebelas Bulan Sebelas" karya Alex R. Nainggolan memberikan penggambaran tentang keheningan dan kesendirian yang ditemukan dalam pertemuan yang mungkin tak terduga.
Kesendirian dan Ketakutan: Ada nuansa kesendirian dan kebingungan yang dihadapi subjek puisi. Dalam keadaan tersebut, datangnya seseorang—mungkin orang yang dicintai atau berarti bagi subjek—menyibakkan perasaan sendu dan kesepian.
Kesadaran Emosional: Perjumpaan dengan orang lain memunculkan rasa gemetar dalam diri subjek puisi. Ada getaran yang diungkapkan melalui perumpamaan musim hujan di bulan November, yang sering kali dipahami sebagai masa-masa suram dan dingin, merujuk pada perasaan yang gelisah atau hening di dalam hati.
Makna Tanggal dan Kenangan: Tanggal sebelas bulan sebelas menandakan sesuatu yang penting dalam puisi ini, mungkin merupakan tanggal lahir seseorang yang penting bagi subjek. Ada makna simbolis di balik angka sebelas, yang mungkin berhubungan dengan momen penting atau peristiwa yang berkesan dalam hidup subjek.
Kenangan tentang Ibunda: Ada pengungkapan tentang ibu dalam puisi ini, mungkin sebagai sumber memori yang dihadirkan oleh kehadiran orang lain. Kenangan tentang seorang ibu membawa perasaan yang mendalam dan penantian yang panjang, tergambar dalam matanya.
Puisi ini mengeksplorasi tema kesepian, perjumpaan tak terduga, dan rasa kehilangan, dengan fokus pada perasaan subjek yang terdampak oleh momen yang dihadapi. Subjek puisi merenungkan kenangan, mengekspresikan perasaan cemas, dan mengaitkan momen pertemuan dengan momen-momen penting di masa lalu.