Analisis Puisi:
Puisi "Di Meja Makan Keluarga" karya Tjahjono Widarmanto adalah sebuah karya yang memaparkan suasana dalam keluarga saat makan. Penyair menggambarkan interaksi, perdebatan, dan dinamika yang terjadi di antara anggota keluarga.
Tema Keluarga dan Makan: Tema utama dalam puisi ini adalah keluarga dan momen makan bersama. Puisi ini menunjukkan interaksi dan dinamika yang terjadi di antara anggota keluarga saat mereka berkumpul untuk makan. Namun, tema ini juga mencakup pesan-pesan seputar kebersihan, kesehatan, dan hubungan antaranggota keluarga.
Interaksi dan Konflik: Puisi ini menggambarkan interaksi yang beragam antaranggota keluarga. Mulai dari ibu yang memberikan nasihat terkait cara makan yang benar, kakak yang makan dengan cepat, adik perempuan yang menyelipkan candaan, hingga bapak yang bergumam mengingat pengalaman di masa lalu. Konflik ringan dan perbedaan pendapat juga terlihat dalam interaksi ini.
Penggunaan Bahasa Keseharian: Penyair menggunakan bahasa yang akrab dan keseharian untuk menggambarkan percakapan di meja makan. Bahasa ini memberikan nuansa autentik dan realistis pada puisi, sehingga pembaca merasa seperti ikut dalam momen tersebut.
Humor dan Sarkasme: Puisi ini mengandung elemen humor dan sarkasme. Interaksi antaranggota keluarga sering kali diiringi oleh komentar lucu atau sindiran yang menggelitik. Ini memberikan sentuhan ringan pada suasana yang bisa saja tegang.
Pesan Keluarga dan Kesehatan: Selain menggambarkan interaksi, puisi ini juga memberikan pesan-pesan terkait kesehatan dan kebersihan. Ibu memberi nasihat agar anggota keluarga makan dengan benar, mencuci piring setelah makan, dan menjaga kesehatan. Pesan-pesan ini mencerminkan peran ibu sebagai figur yang peduli terhadap kesejahteraan keluarga.
Tentang Kenangan dan Hubungan: Bapak yang mengenang masa lalu saat melihat daging, kepala kambing, dan usus sapi mengingatkan bahwa makanan juga bisa menjadi panggung kenangan dan cerita. Puisi ini menciptakan gambaran hubungan yang unik antara makanan dan kenangan.
Puisi "Di Meja Makan Keluarga" menggambarkan suasana dalam keluarga saat makan dengan interaksi antaranggota keluarga yang khas. Penyair menggunakan bahasa keseharian dan humor untuk membawa pembaca ke dalam momen ini. Lebih dari sekadar menggambarkan makan bersama, puisi ini juga menyampaikan pesan tentang kesehatan, hubungan, dan kenangan dalam dinamika keluarga.