Sumber: Lampung Post (edisi 21 April 2013)
Analisis Puisi:
Puisi "Solilokui" karya Fitri Yani merupakan sebuah karya sastra yang menggambarkan keadaan seseorang yang terjebak dalam rutinitas dan kecemasan dalam hidupnya. Puisi ini menggunakan bahasa dan gambaran-gambaran yang kuat untuk menyampaikan pesan-pesan mendalam.
Kebosanan dalam Rutinitas: Puisi ini menggambarkan perasaan kebosanan dan keterpautan dalam rutinitas kehidupan sehari-hari. Kata-kata seperti "jadwal keberangkatan yang tak pernah berbeda, tak pernah berubah" menciptakan citra tentang monotonnya kehidupan.
Kehilangan Jejak Masa Lalu: Puisi ini menggambarkan kehilangan jejak masa lalu dan orang-orang yang pernah ada dalam hidupnya. Teman dan kekasih telah memudar dari ingatan, menciptakan perasaan kehampaan dan kesendirian.
Kebutuhan Akan Keheningan: Puisi ini mengungkapkan kebutuhan akan keheningan dan ketenangan dalam hidup yang penuh dengan keramaian dan kecemasan. Kata-kata seperti "mengendap di kepalamu yang terus menerus mendambakan keheningan" menciptakan kontras yang kuat dengan keadaan sekitar yang bising dan sibuk.
Perubahan dalam Kehidupan: Puisi ini mencerminkan perubahan-perubahan dalam hidup yang cepat dan terus menerus. Kata-kata seperti "benda-benda yang setiap saat berganti rupa" menggambarkan bagaimana perubahan dapat mengganggu stabilitas.
Kecemasan dan Keheningan: Puisi ini mengeksplorasi tema kecemasan dan kegelisahan yang terus menerus menghantui pikiran karakter. Kecemasan tersebut menciptakan perasaan ketidaknyamanan dan ketidakpastian yang mengganggu kedamaian.
Kehilangan Koneksi dengan Alam: Puisi ini menciptakan perasaan kehilangan koneksi dengan alam dan keindahan alam. Gambaran tentang "genangan yang cepat lesap" mencerminkan perasaan bahwa bahkan momen-momen indah sekalipun cepat berlalu dalam hidup yang sibuk.
Puisi "Solilokui" menggambarkan pengalaman seorang individu yang terjebak dalam rutinitas dan kecemasan hidupnya. Dengan penggunaan bahasa yang kuat dan gambaran-gambaran yang intens, puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan tantangan dan perubahan dalam kehidupan manusia serta kebutuhan akan keheningan dan ketenangan dalam keadaan yang penuh dengan keramaian dan ketidakpastian.
Karya: Fitri Yani
Biodata Fitri Yani:
- Fitri Yani lahir pada tanggal 28 Februari 1986 di Liwa, Lampung Barat, Indonesia.