Puisi: Melankolia Perjumpaan (Karya Fitri Yani)

Puisi: Melankolia Perjumpaan Karya: Fitri Yani
Melankolia Perjumpaan


aku ingin mengenangmu
“kenanglah,
kau hanya mengingat
sunyi sebuah puisi.”
20 tahun dadaku kemarau
dan di malam itu
kau datang menawarkan hujan
hingga langit menjadi hijau
dan aku merasa lega
melewati padang arafah
(dialah daratan yang muncul
dari kristal-kristal matahari)
di malam itu pula
kusuguhkan seloki anggur
yang belum pernah sampai kepadamu
maka reguklah, kekasih!
rasakan gelora itu singgah ke dadamu
sehingga nostalgia yang tersimpan
menjadi guguran daun yang ingin
mengabarkan kesementaraan
aku akan senantiasa mengenangmu
seperti ingatan sepasang ramaja
akan senja yang tergesa
seperti decak kagum para pengelana
ketika menatap cakrawala
kau mungkin terjaga sepanjang malam
sambil sesekali bergetar dalam suka cita
istirahatlah!
jiwa yang terpukau dalam pesona
zikirkan masa depan yang gemilang
aku akan menjadi kebun
yang telah mencintai kedatanganmu
dengan ribuan cuaca dan beragam bunga.


Oktober, 2009

Fitri Yani
Puisi: Melankolia Perjumpaan
Karya: Fitri Yani

Biodata Fitri Yani:
  • Fitri Yani lahir pada tanggal 28 Februari 1986 di Liwa, Lampung Barat, Indonesia.

Anda mungkin menyukai postingan ini

  • Gerbang Malam langit menggugurkan daun-daun hujan yang tajam mozaik-mozaik kota tersusun  di sebuah lorong panjang burung-burung hitam melintas di atas kota…
  • Pangeran Riya aku kehilangan peta seorang diri di tengah samudera bintang mana yang akan kutatap semalaman, Puan langit itu tersibak, malam benderang wajahmu tergam…
  • Potret Musim Panas musim panas menjadi tua pohon-pohon kurus, parau dan layu para perempuan di rumah bordil berdansa dan menyibak sepi dari mata yang kering pa…
  • Menunggu ada yang hidup dari rindu tumbuh di dalam kalbu dan setiap malam datang membelai dengan syahdu. 2010Sumber: Lampung Post (13 Juni 2010)Analis…
  • Pengembara engkau yang mengunjungi kota berbekal rencana dan doa yang berdesakan di halte-halte tua jalan raya dan selasar pasar berbesar hatilah pada masa lalu iz…
  • Seekor Burung ia berusaha mengepakkan sayapnya  sebab pedih dan dendam terpelihara amat sentosa kuku-kukunya meruncing  matanya setajam ilalang hari …
© 2025 Sepenuhnya. All rights reserved.