Puisi: Kepada Anakku (Karya Nersalya Renata)

Puisi "Kepada Anakku" karya Nersalya Renata menyentuh berbagai aspek emosional dan psikologis yang dirasakan seorang ibu, sambil menggambarkan ...
Kepada Anakku

aku mencintaimu
jauh sebelum namamu kutemukan

telah kupilihkan ayah terbaik untukmu
ayah yang membuat matamu berbinar
setiap kali kau menatapnya
ayah yang berwarna pelangi
ayah yang kau sukai seperti permen dan coklat

aku bersumpah
kau tak akan memiliki
sebuah pisau yang menancap dalam kepalamu
seperti yang kumiliki
pisau yang ditancapkan ayahku
pisau yang terputar
setiap kali aku menatapnya
pisau yang membuatku
tak mengenal warna

aku bersumpah
ayahmu adalah ayah terbaik
ayah yang memberi keindahan warna pelangi

namun, jika kelak aku salah
aku akan sangat menyesal
dan akan terus meminta maaf padamu
sepanjang hidupku.

Jakarta, 2007

Sumber: Lima Gambar di Langit-Langit Kamar (2015)

Analisis Puisi:

Puisi "Kepada Anakku" karya Nersalya Renata adalah sebuah ungkapan cinta yang tulus dari seorang ibu kepada anaknya. Melalui kata-kata yang penuh dengan perasaan dan kejujuran, Nersalya menggambarkan harapan, janji, dan penyesalan yang mungkin terjadi di masa depan. Puisi ini menyentuh berbagai aspek emosional dan psikologis yang dirasakan seorang ibu, sambil menggambarkan keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya.

Struktur dan Gaya Bahasa

Puisi ini disusun dengan struktur yang bebas dan aliran kata yang mengalir secara alami. Gaya bahasa yang digunakan Nersalya cenderung sederhana namun sarat dengan makna mendalam, menjadikan puisi ini mudah dipahami dan dirasakan oleh pembaca.

Metafora dan Simbolisme

  • Pisau sebagai Simbol Trauma: Pisau dalam puisi ini melambangkan trauma masa lalu yang dirasakan oleh sang ibu akibat perlakuan ayahnya. Trauma ini digambarkan sebagai sesuatu yang tertanam dalam dan terus berputar setiap kali ia mengingatnya. "kau tak akan memiliki / sebuah pisau yang menancap dalam kepalamu / seperti yang kumiliki / pisau yang ditancapkan ayahku."
  • Warna Pelangi sebagai Simbol Kebahagiaan: Ayah yang digambarkan berwarna pelangi melambangkan kebahagiaan dan keceriaan yang ingin diberikan sang ibu kepada anaknya melalui sosok ayah yang dipilihnya. "ayah yang berwarna pelangi / ayah yang kau sukai seperti permen dan coklat."

Imaji

Nersalya menggunakan imaji yang kuat untuk menggambarkan perasaan dan harapan sang ibu. Visualisasi yang diciptakan membantu pembaca merasakan cinta dan keinginan sang ibu untuk melindungi anaknya dari penderitaan yang pernah ia alami.
  • Visualisasi Kebahagiaan dan Kesedihan: Imaji tentang mata yang berbinar saat menatap sang ayah dan pisau yang menancap dalam kepala menggambarkan kontras antara kebahagiaan yang diharapkan dan penderitaan yang dialami. "ayah yang membuat matamu berbinar / setiap kali kau menatapnya."

Bahasa yang Emosional

Bahasa yang digunakan Nersalya penuh dengan emosi dan kejujuran. Ia menyampaikan perasaan cintanya yang mendalam, janji yang ingin ia tepati, serta penyesalan yang mungkin ia rasakan di masa depan.
  • Kejujuran Emosional: Nersalya secara terbuka menyatakan cintanya dan keinginannya untuk melindungi anaknya, sambil mengakui kemungkinan kesalahan dan penyesalan di masa depan. "namun, jika kelak aku salah / aku akan sangat menyesal / dan akan terus meminta maaf padamu / sepanjang hidupku."

Cinta Seorang Ibu

Tema utama dalam puisi ini adalah cinta seorang ibu yang tulus dan mendalam. Renata menggambarkan bagaimana ia mencintai anaknya bahkan sebelum nama anaknya ditemukan, dan bagaimana ia berusaha memberikan yang terbaik bagi anaknya.
  • Cinta yang Tak Terhingga: Cinta ini tercermin dalam bagaimana sang ibu memilih ayah terbaik untuk anaknya dan berjanji untuk melindungi anaknya dari penderitaan yang pernah ia alami. "aku mencintaimu / jauh sebelum namamu kutemukan."

Trauma dan Perlindungan

Puisi ini juga mengangkat tema trauma masa lalu dan keinginan untuk melindungi anak dari pengalaman yang sama. Sang ibu berjanji bahwa anaknya tidak akan mengalami penderitaan yang sama seperti yang ia alami akibat perlakuan ayahnya.
  • Perlindungan dari Trauma: Sang ibu berusaha memastikan bahwa anaknya tidak akan memiliki pisau yang menancap dalam kepala, simbol dari trauma dan penderitaan masa lalu. "aku bersumpah / kau tak akan memiliki / sebuah pisau yang menancap dalam kepalamu."

Harapan dan Penyesalan

Puisi ini juga mengandung tema harapan dan penyesalan. Sang ibu berharap bahwa pilihannya benar dan anaknya akan bahagia dengan ayah yang dipilihkan. Namun, ia juga mengakui kemungkinan kesalahan dan berjanji untuk selalu meminta maaf jika ia salah.
  • Harapan yang Tulus dan Penyesalan yang Mendalam: Harapan dan penyesalan ini menunjukkan kejujuran emosional dan cinta yang tulus dari sang ibu. "namun, jika kelak aku salah / aku akan sangat menyesal / dan akan terus meminta maaf padamu / sepanjang hidupku."
Puisi "Kepada Anakku" karya Nersalya Renata adalah sebuah puisi yang menggambarkan cinta, harapan, dan perlindungan seorang ibu kepada anaknya. Melalui penggunaan metafora, imaji, dan bahasa yang emosional, Nersalya berhasil menyampaikan perasaan mendalam dan kejujuran yang dirasakan seorang ibu. Puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan tentang arti cinta, perlindungan dari trauma, dan kemungkinan penyesalan di masa depan. Dengan cara yang sederhana namun penuh makna, Nersalya menciptakan karya yang menyentuh hati dan pikiran pembaca.

Nersalya Renata
Puisi: Kepada Anakku
Karya: Nersalya Renata

Biodata Nersalya Renata:
  • Nersalya Renata lahir pada tahun 1981 di Bandar Jaya, Lampung Tengah.
© Sepenuhnya. All rights reserved.