Sumber: Penyeret Babi (2010)
Analisis Puisi:
Puisi "Karena Air" karya Inggit Putria Marga adalah karya sastra pendek yang padat dengan makna dan menggunakan bahasa sederhana untuk menyampaikan pesan yang mendalam.
Tema Pertemuan dan Kesatuan: Puisi ini menggambarkan tema pertemuan dan kesatuan antara elemen-elemen yang berbeda. Dalam contoh ini, teh dan gula merupakan dua elemen yang berbeda yang "berjumpa" dalam secangkir teh. Begitu pula dengan laut yang "tak bisa lagi mendua," menggambarkan bahwa air laut yang luas menjadi satu dan tidak bisa lagi terpisah.
Bahasa dan Gaya Bahasa: Bahasa yang digunakan dalam puisi ini sederhana namun memiliki makna mendalam. Kata-kata seperti "sukma," "daun," "tubuh," "laut," dan "prasangka" dipilih dengan cermat untuk menciptakan gambaran yang jelas dan memberikan nuansa mendalam pada puisi.
Struktur: Puisi ini terdiri dari bait pertama yang menggambarkan pertemuan antara daun teh dan gula dalam secangkir teh. Kemudian, bait terakhir mengekspresikan gagasan tentang kesatuan, bahwa laut tidak bisa lagi mendua. Struktur pendek ini memberikan kesan singkat namun kuat.
Pesan dan Makna: Puisi "Karena Air" menyampaikan pesan tentang pentingnya pertemuan dan kesatuan dalam kehidupan. Seperti dalam secangkir teh yang menjadi satu ketika daun teh dan gula bertemu, manusia juga bisa mencapai kesatuan dan keharmonisan melalui pertemuan dan penggabungan elemen-elemen yang berbeda.
Puisi "Karena Air" karya Inggit Putria Marga adalah contoh yang baik dari bagaimana sebuah puisi pendek dapat menyampaikan pesan yang dalam tentang pertemuan dan kesatuan. Melalui penggunaan bahasa sederhana namun penuh makna, puisi ini mengajak pembaca untuk merenung tentang pentingnya menyatukan perbedaan dalam hidup.