Ode bagi Burung
Burung yang kau lepas itu
Mendadak melepas bulu-bulunya di udara
Matahari kota besar ini meranggasnya
Hingga ia jatuh ke tanah, dan debu
Apalagi yang kau harap dari bekas kepaknya
Di antara orang ramai yang tak pernah kembali
Di trotoar, ke pasar, ke ceruk kegelapan
Tak memanggili ayat-ayat yang dikicaunya dulu
Burung yang kau lepas itu
Kini bersimbah darah, dan mandi debu
Orang sunyi mengenali yakni hatimu
Yang tak lagi memanggili dirinya sendiri
Di trotoar sepi, jalanan waktu.
1994
Karya: Abdul Wachid B. S.