Artikel Pilihan

Puisi: Surat untuk Sahabat (Karya Amalia Najichah)

Surat untuk Sahabat Senyum itu enggan lepas dari bibirmu Ketika kau melihat kedatanganku Uluran tanganmu menyambutku untuk selalu bersama dan saling …

Puisi: Kunang-Kunang (Karya Lastri Fardani Sukarton)

Kunang-Kunang kau menemaniku ketika mati obor bambuku pulang mengaji di rumah pak makruf sesungguhnya aku takut melewati sawah bagi gadis sekecil aku…

Puisi: Kunang-Kunang (Karya Joko Pinurbo)

Kunang-Kunang Ketika kecil ia sering diajak ayahnya bergadang di bawah pohon cemara di atas bukit. Ayahnya senang sekali menggendongnya meny…

Puisi: Agustus dalam Elegi (Karya Diah Hadaning)

Agustus dalam Elegi Seorang perempuan dengan bendera di pangkuan terus menulis kata di udara dengan jemari mulai gemetaran. Aku waktu …

Puisi: Kunang-Kunang (Karya Gunoto Saparie)

Kunang- K unang ada ribuan kunang-kunang di kegelapan di tepi sungai, di rerimbunan pohon bambu ditingkah sua…

Puisi: Jebakan Kata Hampa (Karya Amanda Amalia Putri)

Jebakan Kata Hampa di atas jam 10 malam, semua kesalahan, penyesalan menumpuk menjadi satu halaman terlalu liar berimajinasi sampai menciptakan skena…

Puisi: Batu-Batu Lumat Tercabik (Karya Herry Lamongan)

Batu-Batu Lumat Tercabik sewaktu orang-orang bicara itu tak kausapa sewaktu kian lincah martilmu memecah batu-batu bukan jalanku lagi yang membentang…

Puisi: Gemak (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi)

Gemak gemak segenggam siburung puyuh lari cepat di tanah-tanah yang betina amat kukuh berlaga betapa betah gemak yang segan terbang jangan pergi ke l…

Puisi: Jam Malam untuk Pengkhayal (Karya Amanda Amalia Putri)

Jam Malam untuk Pengkhayal pergi sebagai manusia, pulang sebagai beban mengakui kengerian atas ketidaktahuan yang baru saja lewat di jam malam mengur…
© Sepenuhnya. All rights reserved.